ICC Jakarta – Saat ini, kita melihat bahwa masyarakat mengalami berbagai macam permasalahan keluarga. Kita menghadapi berbagai problem yang terkadang problem itu menjurus kepada perpisahan di antara pasangan suami dan istri. Tidak diragukan bahwa semua manusia ingin mencapai kebahagiaan dalam kehidupannya. Salah satu unsur terpenting bagi seorang manusia untuk bisa mencapai kebahagiaan adalah ketika dia berada di dalam suatu lingkungan yang menyediakan segala sarana yang bisa membawanya kepada kebahagiaan. Di dalam sebuah keluarga orang bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan jika keluarga itu adalah keluarga yang berbahagia.
Dengan demikian, masing-masing anggotanya lebih dekat kepada kebahagiaan dibandingkan orang-orang yang lain. Ketika seseorang merasakan bahwa di lingkungan keluarganya dia bisa mendapatkan ketenangan dan mendapatkan kepuasan dari sisi aktivitas dan sisi emosi, orang yang seperti ini akan lebih dekat kepada kebahagiaan yang dia idam-idamkan. Yang kacau balau jika hubungan di antara mereka tidak baik, maka orang semacam ini akan menghadapi penyakit-penyakit kejiwaan, penyakit-penyakit yang bersifat nonmateri.
Data menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku kejahatan dan mereka yang terlibat di dalam perilaku penyimpangan secara kesusilaan berasal dari mereka yang hidup dan tumbuh di tengah keluarga yang broken home dan keluarga yang kacau dalam hubungan di antara anggota keluarganya. Keluarga semacam ini tidak mengedepankan masalah pendidikan di antara mereka.
Ada berbagai macam unsur dan faktor yang bisa menjadikan keluarga itu menjadi keluarga yang baik, keluarga yang tenang, dan penuh dengan sakinah. Ada pula unsur-unsur yang jika tidak diperhatikan, maka akan mengakibatkan keluarga itu menjadi keluarga yang kacau dan keluarga yang tidak memiliki kebahagiaan. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai salah satu unsur yang bisa mengakibatkan sebuah rumah tangga dan keluarga itu retak yaitu unsur tekanan ekonomi.
Peran Perempuan Dalam Ekonomi Keluarga